Rabu, 22 Februari 2017

Perjalanan Waktu

Perjalanan Waktu Kesuksesan Manusia

Setiap orang pasti mengalami perjalanan waktu dalam menempuh suatu kehidupan. Hal ini bisa kita gambarkan bahwa setiap orang mengalami phase kelahiran, masa balita, kanak-kanak, dewasa, manula dan kematian. Akan tetapi tahapan itu, belum tentu setiap orang dapat mengalami hal yang sama, artinya ada kalanya seseorang sudah menghadap sang Khalik sebelum dia menginjak manula atau dewasa.

Yah, bisa dikatakan perjalanan waktu setiap orang berbeda-beda, menurut 'porsi' masing-masing yang sudah ditetapkan oleh-Nya. Dengan menyadari adanya 'porsi' masing-masing seseorang terhadap waktu tersebut, sudah seharusnya setiap orang harus fokus pada diri sendiri, untuk dapat melakukan yang terbaik buat kemaslatan umat manusia. 

Sering kita mendengar kalimat penyemangat untuk diri kita, seperti Manusia terbaik adalah yang berusaha membuat orang tersenyum atau Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dengan hal seperti ini, setiap manusia akan selalu melakukan hal terbaik buat dirinya dan lingkungannya. Memang tidak bisa kita pungkiri, setiap individu mempunyai dasar pandangan tersendiri, mengenai perjalanan waktu itu.

Pada intinya, dengan kita mengetahui adanya 'porsi' waktu tersebut, kita mengetahui bahwa kita harus fokus dengan apa yang kita lakukan, bukan mengurusi dan melihat orang lain. Kadang kala memang dibutuhkan sebagai comparasi, kita melihat orang lain, akan tetapi perlu kita sadari bahwa orang lain mempunyai perjalanan waktu tersendiri. Kategori sukses setiap orang berbeda-beda, hal ini tergantung sudut pandang kesuksesan yang dimaksudkan pada setiap orang.

Sebagai salah satu contoh kesuksesan adalah keberadaan keluarga yang harmonis, anak-anak yang sehat, sholeh-sholehah dan rejeki yang barokah. Kalau saya pribadi, melihat kesuksesan, tidak hanya banyaknya materi semata. Materi yang cukup dan barokah akan menjadikan ketenangan dalam hidup. Kadang kita melihat, orang-orang yang kita lihat dari luar materi banyak, tetapi hidupnya kurang tenang. Itu salah satu contoh dari keluarga dan materi.

Sekarang  kita lihat dari kesusksesan dari sisi yang lain, misalnya keberhasilan kita dalam menyeimbangkan kehidupan rohani dan jasmani. Mengikuti kajian-kajian rohani, membaca Al Quran, sholat tepat waktu, menjaga kesehatan dengan berolah raga, menyalurkan hobby, dan lainnya. Keseimbangan ini, juga menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan dari sudut pandang yang lain. Bisa jadi ada seseorang mulai rajin membaca Al Quran, umur 30th, dia lakukan konsisten hingga beliau wafat 65th, berarti sekitar 35th diberikan kesuksesan dalam hal rohani membaca al Quran, begitu juga contohnya anak kecil yang sudah pandai membaca Al Quran, sejak balita hingga dia dewasa, karena di saat dewasa lebih mengedepankan dunia, maka dia menjauh dari Al Quran, sehingga beliau wafat. Umur yang barokah setiap orang berbeda-beda dalam perjalanan waktu setiap manusia. 

Dari uraian di atas ada beberapa point yang kita ambil kesimpulan, yaitu setiap manusia menginginkan umur & rejeki yang barokah, keseimbangan hidup rohani & jasmani, keluarga yang sakinah, mawadah & warohmah, serta anak-anak yang sehat, sholeh & sholehah menjadi tolok ukur kesuksesan seseorang.


 
 

Minggu, 12 Februari 2017

Menata Kehidupan#2

Menata Kehidupan #2

Setelah sekian lama vacum dan tidak ada kemauan menulis, hari ini mencoba menyambung tulisan sebelumnya yang terputus sekian tahun. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, melihat anak-anak tumbuh kembang dan sudah mulai besar. Setiap phase kehidupan, selalu mempunyai tantangan tersendiri, begitupun dengan pola yang kita terapkan dalam mendidik si kecil. Anak yang pertama, Rafi sudah mulai menginjak dewasa, SMP kelas 2, disusul adiknya Raihan SD kelas 5, adiknya lagi Ranisya TK Besar dan Rizki baru mau masuk Play group.

Setiap perjalanan hidup, kadang harus mengalir sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Selalu berusaha memberikan yang terbaik buat keluarga dan senantiasa berdoa untuk kebaikan semuanya, merupakan hal yang mutlak harus kita lakukan sebagai insan manusia. Tidak jarang, kita merasa kurang puas terhadap suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Percayanyalah, Allah mempunyai rencana yang lebih baik buat kita dan keluarga.

Allah lebih paham mengenai kebutuhan kita, bukan sesuai keinginan kita yang belum tentu lebih baik jika dipenuhi. Setiap insan, sudah seharusnya meningkatkan rasa syukur kepada Illahi, dengan banyak kenikmatan yang sudah diberikan olehNya. Tidak jarang, setiap kenikmatan yang kita dapatkan selama ini kurang kita syukuri, akan tetapi jika sudah sedikit di ambil olehNya, baru kita menyadari hal ini.

Keluarga yang sehat, semuanya dapat tersenyum bahagia, merupakan salah satu bentuk kenikmatan yang mungkin selama ini kurang di syukuri. Kita bisa berada sampai tahap seperti inipun, harus kita syukuri. Banyak orang yang kondisinya tidak lebih baik daripada kita. Setiap kondisi/tahapan, mempunyai tantangan masing2 dan hal inilah yang membuat kita menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Setiap tahapan hidup kita, membawa makna tersendiri bagi kita dan hal ini harus kita syukuri. Hal ini seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan keluarga kita (baca: anak-anak). Mendidik anak dalam keluarga mempunyai tahapan masing-masing. Setiap anak mempunyai karakter dan kelebihan masing-masing yang harus disadari oleh setiap orang tua. Kita sebagai orang tua, menata kehidupan berkeluarga, harus memperhatikan kondisi karakter perkembangan anak-anak. Mereka mempunyai kelebihan sendiri dan hal ini harus disadari orang tua, sehingga kita tidak boleh memaksakan karakter/ kelebihan/ kekurangan setiap kita kepada anak-anak kita.

-to be continue-

Kamis, 24 Desember 2009

Menata kehidupan #1

Perjalanan waktu dalam kehidupan berjalan sesuai irama. Detik demi detik tak terasa terus berlalu. Ada kalanya manusia terasa senang dan sedih, seiring dengan kejadian setiap saat yang bisa dirasakan.
Setiap kejadian yang menimpa diri kita, kadang kita rasakan bisa kita kendalikan, akan tetapi tidak jarang kejadian itu tidak terkendali oleh diri kita. Pada pengendalian diri yang baik, maka semua bisa berjalan sesuai dengan rencana awal. Setiap rangkaian kejadian, ada kalanya perlu di rencanakan di awal, meski kadang hal tersebut, tidak sepenuhnya bisa sesuai dengan keinganan diri kita.
Setiap langkah kaki, ucapan sampai pada suatu kejadian tertentu yang menimpa diri kita, perlu kita kita kendalikan sepenuhnya, sehingga semuanya bisa terkontrol dengan baik, meski hal ini tidak sepenuhnya bisa kita lakukan, karena kita sebatas berusaha & berdoa, sedangkan keputusan ada ditangan-Nya.
Menata kehidupan merupakan salah satu kata yang kelihatan berat, akan tetapi kalau kita telaah lebih dalam, hal ini merupakan langkah awal & memulai dari hal terkecil. Kehidupan merupakan rangkaian dari perjalanan umur diri kita. bagaimana kita bisa menata kehidupan, padahal segala sesuatunya sudah di gariskan-Nya ? pertanyaan yang kadang sering muncul dalam benak kita.
Berusaha dan berdoa merupakan langkah awal diri kita dalam menata kehidupan. Mulai dari hal yang paling kecil dan mudah untuk dilakukan. Kadang hal seperti ini mudah di ucapkan, akan tetapi sulit dalam prakteknya. Hal yang kecil dan mudah untuk dilakukan, lama-lama akan menjadi kebiasaan dan menghasilkan hal yang baik untuk jangka panjang. Tak terasa, sedikit demi sedikit hal yang dicita-citakan mulai tercapai, akan tetapi sebagai manusia biasa, tidak jarang, hal yang sudah dicapai, terasa kurang terus, yang dikarenakan sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas.

-to be continue-